Sabtu, 03 November 2012

Bingkai Ulang


(Reframing)







“Cara Kita memodel dunia adalah yang
membentuk kita dlm jangka panjang.
Cara kita memodel dunia adalah suatu filter
(Penyaring). Hal tsb lah yang telah
membentuk Kita. Hal tsb yang mendorong
orang untuk membuat keputusan.”
- Anthony Robbins -



Dalam kehidupan, sedari dilahirkan hingga saat ini, kita dapat melihat, mendengar, merasakan dan mengalami berbagai peristiwa yang ada disekitar kita dan lingkungan kita. Sedari awal pertumbuhan, kita telah belajar memaknai hal-hal dan peristiwa-peristiwa yang melintas disekitar kita, apakah dalam lingkungan keluarga, atau didalam lingkungan yang lebih luas; sebagai contoh lingkungan masyarakat misalnya.

Pada awal-awal masa pertumbuhan, kita belajar menimbang/menilai setiap kejadian dan peristiwa yang terjadi disekitar kita melalui indera kita. Kemudian belajar dan meniru pendapat dan pandangan kedua orangtua kita dalam memaknainya. Seiring dengan waktu, bagaimana berpikir dan pandangan pun mulai berinteraksi dengan lingkungan yang semakin meluas, seiring interaksi yang semakin melebar dengan lingkungan sekolah, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat dimana kita berada. Hal tersebut membuat seseorang semakin dewasa dalam berpikir dan merasa.

Para ahli bidang komunikasi pada zaman ini, umumnya sepakat bahwa; Suatu kejadian atau peristiwa pada dasarnya adalah sesuatu hal yang netral. Tidak ada benar, salah, baik dan buruk. Hal tersebut berlaku sampai kita memaknai peristiwa atau kejadian tersebut. Pemaknaan ulang yang kita bicarakan di sini, kita tandai dengan kata “Reframing” (bingkai ulang).

Berikut beberapa kata-kata mutiara yang mendukung tema tsb, yaitu tentang reframing (pembingkaian ulang) yang ditulis oleh Kevin Hogan didalam bukunya, Art of Communication, sbb;


1. Kemampuan komunikasi intrapribadi dan antarpribadi sangat penting agar kita menemukan tujuan dan kebahagiaan sehari-hari, dan mereguk dari kolam alam semesta yang berisi ide-ide.

2. Tahukah Anda bahwa setiap kata yang diucapkan kepada seseorang dapat memperkokoh atau memperlemah kesehatan fisik dan emosional orang itu? Dengan kata lain, bila kata-kata dan niat yang kita berikan kepada orang lain terisi dengan energi positif, efeknya pada diri kita jelas identik dengan apa yang diberikan.

3. Jutaan orang benar-benar tidak dapat (dengan sumber dan pemahaman mereka) berkomunikasi dalam suatu cara selain dengan nada kasar, misalnya. Komunikasi Anda yang penuh kasih sayang dengan seseorang, yang menunjukkan sikap permusuhan, tidak akan menghasilkan respons sesuai yang diinginkan. Sesungguhnya, begitu banyak orang telah kehilangan sentuhan dengan perasaan dalam diri mereka sendiri sehingga mereka merusak masyarakat. Orang-orang ini kerap kali menghabiskan hidup mereka di penjara atas kejahatan penuh kekerasan terhadap orang lain. Bisa dipastikan orang-orang ini adalah jiwa-jiwa yang diciptakan dari bahan yang sama seperti Anda dan saya. Perbedaannya adalah pengalaman fisik telah membawa mereka, dengan berbagai alasan, pada kesembronoan dalam aksi-aksi mereka kepada diri sendiri dan orang lain. Cangkang yang melapisi jiwa yang menangis itu sudah sekeras batu dan dingin sehingga usaha untuk memohon perhatian dan keamanan dari jiwa hanya dapat dipahami pada tingkat kesadaran sebagi perilaku antisosial. Sungguh menyedihkan berada dalam keadaan demikian.

Dalam ilmu NLP (Neuro Linguistik Program) terdapat asumsi-asumsi dasar yang telah digunakan oleh para praktisinya, yang dapat berguna juga dalam ilmu komunikasi maupun dalam hal self healing.

Berikut Asumsi-asumsi dasar dari NLP yang dapat mendukung tema kita kali ini. Kesemuanya ada 12 Asumsi dasar. Beberapa diantaranya adalah;


1. Peta bukanlah wilayah.
Peta adalah persepsi Anda dan wilayah adalah hidup Anda. Ahli matematika berkebangsaan Polandia, Alfred Corzibski, membuat perumpamaan tersebut untuk menekan kepada kita bahwa persepsi tidak sama dengan kenyataan. Ia menyentuh bagian yang paling mendasar. Ketika Anda mengubah persepsi Anda, hidup Anda akan berubah.
Tentu Anda pernah menemui orang yang merasa hancur karena kehilangan pekerjaannya. Tetapi dengan cepat ia pulih, mendapat pekerjaan, atau memulai bisnis baru. Mereka merasa lebih bahagia dan bersyukur tentang kegagalan mereka yang lalu.
Setiap manusia selalu menghadapi tantangan sulit dalam hidup. Reaksi yang timbul kadang frustasi, penyesalan, dan mengasihani diri sendiri. Pada masa itu kita menganggap langit runtuh dan hidup pun berakhir. Lalu kita akhirnya memahami bahwa cobaan akan dapat menjadi berkah nantinya.
Apakah waktu yang membuat kita lebih baik? Waktu tidak melakukan apa pun. Namun cara kita memandang situasi dan pengalaman tersebutlah yang berubah. Mari kita coba latihan. Ingat seseorang yang Anda benci. Bayangkan dia ada bersama Anda sekarang dan rasakan emosi yang dipicu oleh pikiran-pikiran kita tentangnya. Sekarang, pikirkan orang yang sama. Tapi kali ini bayangkan ia berkuping lebar seperti Mickey Mouse, hidung merah besar, berlenggak-lenggok diiringi riuhnya musik sirkus. Hentikan. Coba sekarang bayangkan dia tanpa dandanan lucu dan musik. Anda perhatikan bahwa perasaan Anda terhadapnyia berubah seiring Anda mengubah persepsi Anda. Perhatika cara Anda melihat situasi dan berhati-hatilah agar tidak menjadikan peta sebagai wilayah. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan (masalah), selalu tanya diri Anda: bisakah dimaknai lain?

2. Makna komunikasi adalah respons yang Anda peroleh.
Jika Anda berkomunikasi dan mendapat respons yang tidak diharapkan, kini saatnya mencoba cara lain untuk mendapatkan respon yang diinginkan.
Kuncinya, sesuaikan pendekatan komunikasi Anda dengan respons yang diinginkan. Contohnya ketika Anda berkomunikasi dengan pasangan yang sedang sedih. Berhenti sejenak, tarik napas dalam-dalam dan ulangi perkataan Anda dengan cara yang berbeda. Ungkapkan maksud Anda dan berusaha membuatnya mengerti. Ingatlah selalu cara Anda berkomunikasi sangat menentukan respons yang akan Anda dapatkan. Tetap fokus pada tujuan pencapaian respons yang baik.

3. Tidak ada kegagalan, hanya umpan balik (feedback) yang kurang tepat.
Orang-orang cenderung memandang hari-hari buruk mereka sebagai kegagalan. Lalu timbul perasaan-perasaan tak keruan dan tak layak. Contohnya dalam bisnis, sering seseorang yang sedang berusaha meningkatkan penjualannya hanya memperoleh untuk sedikit karena takut mengambil resiko. Dalam hubungan pria-wanita, seorang gadis yang mendapati ayahnya suka memukul kepada isterinya, cenderung terjebak dalam hal yang sama disaat menikah nantinya.
Akan tetapi, coba Anda bertanya kepada orang-orang sukses tentang rahasia kesuksesan mereka. Mereka tidak hanya akan bercerita tentang kegagalan, tetapi juga tantangan yang mereka jumpai. Mereka pasti menceritakan bagaimana mereka menghadapi setiap tantangan, kalah, dan berusaha lagi. Bagaimana kegagalan-kegagalan tersebut menjadikan mereka lebih tangguh dari sebelumnya. Masa lalu Anda benar-benar seperti harta karun pengalaman yang berharga untuk digunakan melangkah ke masa depan. John Grinder (salah satu founder/penemu NLP) menggaris bawahi hal ini dengan mengatakan, “Masa lalu tidak sebanding dengan hari esok. “Tidak peduli berapa kali Anda gagal di masa lalu, yang penting adalah bagaimana Anda memanfaatkan pengalaman-pengalaman tersebut. Pepatah Cina mengatakan, “Kesuksesan datang dari keputusan yang baik, keputusan yang baik datang dari penilaian yang tepat. Penilaian yang tepat diperoleh dari pengalaman dan pengalaman didapat dari penilaian yang buruk.”
Maju terus, ambil resiko, evaluasi, selaraskan, gunakan pengalaman-pengalaman terdahulu dan pengetahuan Anda untuk meraih kesuksesan. Tidak ada kegagalan, hanya umpan balik (feedback) yang kurang tepat.

4. Setiap pengalaman memiliki struktur tersendiri. Jika Anda mengubah strukturnya, dengan sendirinya pengalaman Anda akan berubah.
Seorang wanita mendatangi kantor saya di Montreal dan mengaku sangat takut terhadap kecoak. Beberapa menit sebelumnya, ia berlari keluar rumah ketika ia menyaksikan seekor kecoak merayap keluar dari celah kursi di dapur. Saya bertanya apa yang ia takuti dari kecoak. Wanita itu menjawab ia sangat jijik dengan warna dan bentuknya. Kemudian, saya terlebih dahulu fokus pada warna. Saya minta ia menyebutkan warna kecoak dan ia bilang coklat tua. Hari itu, ia memakai celana panjang coklat tua. Saya bertanya, “Apa warna celana panjangnya?” Setelah sebentar berusaha menekan kegugupannya dan menyadari kesamaan warna celananya sama dengan warna kecoak, ia pun tertawa. Lalu saya minta ia menyebutkan nama seorang teman yang dengan hanya mengingat saja membuatnya tertawa. Ia sebut nama Michael. Untuk keperluan terapi, kami sepakat menamai kecoak tersebut Michael dan saya minta ia membayangkannya memakai celana panjang coklat tuanya. Kami tambahkan dua telinga lebar kelinci untuk “Michael” yang selalu menyanyikan lagu Twinkle, Twinkle little star ketika merayap. Tak lama kemudian, setiap kali saya menyebut kata “kecoak”, ia tertawa terbahak-bahak.
Wanita itu mempunyai struktur pengalaman dan program tertentu di dalam pikirannya, sebut saja, “rasa takut tanpa alasan”. Ketika saya membantunya mengubah strukturnya, pengalamannya berubah. Ini membuatnya nyaman. Hal yang sama akan terjadi pada anda. Ketika Anda memikirkan sebuah pengalaman buruk, ubahlah strukturnya. Lihatlah dengan cara berbeda. Dan Anda pun akan mempunyai pengalaman yang lain.

5. Semua orang memiliki cukup sumber guna berubah ke arah yang lebih positif. Sumber-sumber tersebut berada di pengalaman masa lalu masing-masing.
Cobalah mengingat masa lalu, saat Anda merasa begitu percaya diri dan bersemangat-apa saja, hari kelulusan, naik jabatan, sukses menutup penjualan, atau kelahiran anak pertama. Rasakan aliran pengalaman itu sekali lagi. Lihat dan dengar. Rasakan setiap detail peristiwa. Resapi kekuatan yang ia berikan kepada Anda. Lalu yang terpenting, sering mengingatnya.
Saat Anda memerlukan kekuatan yang membantu Anda merasa lebih percaya diri dan bersemangat, kembalilah ke momen tersebut dan rasakan lagi. Anda akan memperoleh semangat untuk hari ini dan masa mendatang. Ulangi lagi setiap Anda membutuhkannya. Masa lalu menyediakan sumber tak terbatas untuk Anda. Gunakan untuk relaksasi, cinta, dan komunikasi yang lebih baik. Masa lalu Anda adalah tambang berharga agar hidup lebih hidup lagi.
Dalam ilmu NLP hal ini disebut dengan Anchoring (Jangkar emosi); yaitu merasakan/mengakses kembali sensasi kebahagian/kesuksesan masa lalu dengan mengail perasaan yang sama tersebut dari masa lalu (past), hal ini dapat digunakan untuk menanggulangi peristiwa traumatis, stres ataupun untuk relaksasi pada saat ini (present).

6. Tubuh dan pikiran saling memengaruhi.
Wajah dan gerakan tubuh kita mencerminkan pemikiran kita. Begitu juga sebaliknya. Mari kita coba: ingat satu hal yang Anda benci. Bayangkan itu ada dekat Anda. Selama Anda mengingatnya, perhatikan ekspresi wajah dan gerakan tubuh Anda. Sekarang, lakukan sebaliknya, ingat sesuatu yang Anda sukai seolah-olah ada di dekat Anda. Lagi-lagi perhatikan bahasa tubuh Anda.
Sekarang coba ini: lemaskan dan jatuhkan pundak Anda, rendahkan kepala, tarik napas dan katakan, “Saya merasa luar biasa!” Saya yakin Anda tak merasa luar biasa. Sekarang coba lagi. Berdiri tegak, pundak lurus, tegakkan kepala, tarik napas dalam-dalam, dan ucapkan, “Saya merasa payah.” Saya juga yakin Anda tidak merasa payah. Inilah yang saya maksud dengan pernyataan bahwa pikiran dan tubuh saling memepengaruhi. Keduanya saling terkait.
Saat menghadapi tantangan, berhati-hatilah dengan ekspresi wajah dan gerakan tubuh Anda. Jika situasinya menuntut reaksi cepat, katakan kepada diri Anda “hapus,” dan sesuaikan postur tubuh Anda. Tersenyum, tegaskan kepada diri sendiri, “Saya bisa mengatasinya.” Maka Anda telah berada di jalan menuju penguasaan pikiran Anda.

7. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang, maka hal itu juga mungkin bagi yang lain.
Marcus Aurelius, sang Kaisar Romawi, pernah berkata, “Jangan engkau pernah berpikir apa yang sulit dilakukan pasti diluar kemampuan manusia. Jika orang lain mampu, maka itu pun mungkin bagimu.”
Tentu saja dengan syarat:
• Anda harus mempunyai semangat tinggi untuk mau belajar.
• Anda harus mulai belajar.
• Anda menunjukkan komitmen untuk tetap berusaha dalam situasi apa pun.

Jika Anda mengenal seseorang yang bijaksana, populer, tenang, dan mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu strategi yang ia pakai. Coba terapkan, praktekkan, dan terus berlatih sampai menjadi kebiasaan dan bagian dari diri Anda. Teknik ini dalam NLP disebut “modelling” (memodelkan).

8. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya. Oleh karena itu, saya juga bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.
Menyalahkan orang lain atas kejadian buruk dalam hidup Anda memang mudah. Ketika Anda menyalahkan orang lain, Anda memutuskan mengalihkan kekuatan Anda, menukarnya dengan energi dan hasil yang rendah. Tetapi jika Anda berkata pada diri sendiri bahwa Andalah yang bertanggung jawab terhadap semua yang terjadi dalam hidup Anda, Anda akan berhenti menyalahkan dan mengkritik orang lain. Anda tidak akan membanding-bandingkan siapa pun dengan diri Anda dan orang lain. Anda dituntut untuk menunjukkan sisi terbaik dari diri Anda. Dengan demikian, Anda akan dipenuhi energi positif dan mudah dalam mencari solusi masalah Anda. Andalah pemilik pikiran Anda dan kapten biduk kehidupan Anda. Alexander Graham Bell mengatakan, “Seseorang terlahir dengan bekal yang sedikit Seseorang itu adalah tindakannya.”
Secara alami, orang selalu berusaha mengindra dan memahami dunia sekitarnya. Mereka memberikan pemaknaan pada setiap apa pun yang mereka hadapi dan setiap pengalaman yang mereka miliki. Pada awalnya, saat kita masih anak-anak dan beranjak dewasa, frame yang kita gunakan sifatnya lentur dan mengalir. Saat usia kita makin dewasa, frame itu bisa menjadi lebih mantap dan bahkan kaku. Saat kita sudah dewasa dan matang, umumnya kita sudah mengembangkan cara-cara terbiasa untuk berpikir tentang sesuatu. Kebiasaan ini adalah frame yang sudah mantap dan kaku. Beberapa frame seperti ini-sudut pandang dan perspektif yang muncul dari keyakinan-keyakinan yang kita miliki tenang dunia dan keberadaan kita di dunia-memang bisa melayani kita dengan baik. Mereka bisa membuat kita mencapai outcome dan kita bisa menjalani kehidupan sepenuh-penuhnya. Namun demikian, kenyataannya tidak selalu begitu. Kadang-kadang, frame yang berkembang justru membelenggu diri kita sehingga kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
Tak satu pun hal yang secara naluriah baik atau buruk, positif atau negatif. Peristiwa yang terjadi dan pengalaman yang didapat, pada dasarnya, adalah hal yang netral dan tidak mempunyai makna sama sekali. Mereka baru mempunyai makna setelah kita memberinya.
Pemaknaan itu sebagian besar ditentukan oleh frame yang kita letakkan di sekelilingnya. Maka dari itu, saat frame diubah, pemaknaan juga ikut berubah. Respons kita juga berubah. Bagaimana kita bertindak dan bagaimana kita merasakannya juga berubah.

Dalam NLP, proses ini disebut “reframing” atau “pembingkaian ulang”. Proses ini adalah teknik penting yang bisa Anda gunakan sendiri dan bersama-sama orang lain untuk membebaskan mereka dari jebakan pikiran-pikiran kaku sehingga Anda dan Mereka mempunyai lebih banyak pilihan. Salah satu buku klasik NLP berjudul Reframing mempunyai pengantar yang mengilustrasikan dengan indah bagaimana proses ini bekerja:

Satu kisah Tao di negeri China kuno menggambarkan seorang petani yang hidup di desa miskin. Oleh orang-orang, petani itu dianggap sangat beruntung karena mempunyai kuda yang bisa digunakan untuk membajak dan untuk angkutan. Namun, pada suatu hari, kuda itu kabur. Semua tetangga mengungkapkan betapa menyedihkan kejadian itu. Namun demikian, si petani hanya bilang, “Mungkin.” Beberapa hari kemudian, ternyata kuda itu kembali membawa serta dua ekor kuda liar. Para tetangga pun terperangah dan menyerukan betapa beruntungnya petani itu. Namun demikian, si petani hanya bilang, “Mungkin.” Hari berikutnya, putra si petani menjajal menunggangi salah satu kuda liar itu. Namun, si kuda melawan sehingga anak itu terjatuh dan kakinya patah. Para tetangga bersimpati atas betapa sialnya nasib anak itu. Si petani hanya bilang, ”Mungkin.” Minggu berikutnya, pejabat negara urusan peperangan datang ke desa itu untuk mengambil anak-anak muda bergabung menjadi tentara. Mereka menolak anak petani itu karena kakinya masih patah. Saat para tetangga datang dan mengungkapkan betapa beruntungnya, si petani juga hanya berkata, “Mungkin.”

Dalam bentuk paling sederhana, reframing berarti antara lain melihat hal-hal dari perspektif berbeda, dalam cahaya lain, dari sudut pandang alternatif. Hal itu sebenarnya sesuatu yang sering kita lakukan secara natural sehari-hari. Misalnya : melihat sisi lucu dari hujan yang mengguyur hanya sesaat setelah kita menjemur pakaian basah. Atau melihat kemacetan lalu lintas sebagai hal yang positif karena pihak berwenang segera membangun jalan-jalan baru. Namun demikian, reframing juga bisa dilakukan dengan sengaja atau terus terang. Yang demikian ini membuat reframing menjadi lebih bernilai dalam segala hal – dari pelatihan dan aspek bisnis lainnya hingga terapi dan pengembangan personal. Dengan mengajukan pertanyaan atau membuat komentar yang mengundang seseorang untuk melihat hal-hal dari perspektif berbeda, cara ia merasakan sesuatu bisa diubah dalam sekejap.

Dari seluruh uraian tersebut diatas, kabar gembiranya adalah;
“Sebagai Manusia kita memiliki emosi. Emosi manusia. Jika emosi kita tepat, kita bisa melakukan apa saja. Dan juga manusia memiliki pikiran. Dengan pikiran kita bisa merasonalisasikan segala hal,” Demikian pendapat Thony Robbins.

Pembingkaian ulang. Sesuatu yang tampak sangat sederhana, namun sering kita temui disepanjang aktifitas di dalam kehidupan kita. Jika kejadian berlangsung tidak seperti yang kita harapkan, atau untuk menanggulangi pengalaman masa lalu yang cukup traumatis, ataupun ketakutan yang cukup kronis.
Siapkah kita bingkai ulang kejadian tersebut. Sehingga menjadi bermakna lebih positif dan juga lebih ekologis (ramah terhadap lingkungan) Dan juga demi mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan?

Sebagai penutup penutur kutipkan sebuah kisah yang berhubungan dengan tema tsb; reframing (pembingkaian ulang).

Seorang Bapak dan anak pergi menuju suatu daerah dengan menggunakan seekor keledai. Sang anak pergi dengan menunggangi keledai tersebut. Sementara sang bapak berjalan kaki sambil menuntun keledai tersebut. Dalam perjalanan mereka mendengar orang-orang berguman. “Betapa tidak tahu diri sang anak tersebut menunggangi keledai, sementara ayahnya hanya berjalan kaki menuntun mereka.”
Risih oleh komentar yang mereka terima selama dalam perjalanan tersebut. Maka sang anak pun bergantian menuntun keledai tersebut, sementara sang bapak menunggangi keledai tersebut. Dalam perjalanan mereka mendengar orang-orang berguman. “Betapa tidak tahu diri sang bapak tersebut, enak-enakan menunggangi keledai, sementara membiarkan sang anak hanya berjalan kaki menuntun keledai yang ditunggangi oleh ayahnya tersebut.”
Malu oleh komentar yang mereka terima selama dalam perjalanan tersebut. Maka mereka berduapun menaiki seekor keledai tersebut. Dalam perjalanan mereka mendengar orang-orang berguman. “Betapa tega nian sang bapak dan anak tersebut, duduk berdua menunggangi seekor keledai yang kecil dan sangat lemah tersebut.”
Malu oleh komentar yang mereka terima selama dalam perjalanan tersebut. Maka sang anak dan sang bapak tersebut, berdua pun berjalan kaki menuntun sang keledai tersebut. Dalam perjalanan mereka mendengar orang-orang berguman. “Betapa bodohnya sang ayah dan anak tersebut. Mempunyai keledai, tetapi tidak ditunggangi dan hanya dituntun oleh keduanya.”



Wallahu A`llam.


Catatan pinggir : Have Mercy...


Daftar Pustaka;
1. Foto : Rasyid (Terima kasih sayang, for lovely picture...)
2. Art of Communication, Kevin Hogan
3. Terapi NLP; Membangun komunikasi yang komunikatif, Dr. Ibrahim Elfiky
4. NLP For Personal Success, Steve Bavister & Amanda Vickers.
5. YouTube - Tony Robbins- Why we do what we do_ and how we can do it better.

Pondok Klender,
28-10-2012.

Tidak ada komentar: